Asam Garam Kehidupan: Kepintaran Tawus Al Yamani.

Nuffnang

Pages

5 Mar 2014

Kepintaran Tawus Al Yamani.

Terlebih dahulu nak ucapkan terimakasih atas kunjungan teman-teman, minta maaf sesangat sebab hari kerja camni memang tak sempat nak bals kunjungan dan nak kunjung rumah kengkawan, InsyaAllah saya pegi bila lapang-lapang nanti...

Dihikayatkan bahawa seorang wanita di Makkah hendak memfitnah Tawus Al Yamani. Sudah beberapa kali wanita itu datang menggoda Tawus yang memang segak orangnya itu, tetapi Tawus memang warak, bukan senang untuk diheret ke lembah maksiat. Kewarakan Tawus Al Yamanai mengkagumkan wanita itu, namun begitu tidak pula menawarkan hati atau menumpulkan nafsunya untuk terus menggoda Tawus.

Setelah bosan dengan tindakan wanita itu yang berterusan menggoda dan mengganggunya, akhirnya Tawus membuat janji untuk memenuhi hajt wanita itu. " Tunggu aku malam ini waktu dinihari. Aku akan datang menyampaikan hajatmu." Kata Tawus.

Tiba waktu yang dijanjikan, Tawus Al Yamani pergi ke tempat yang dijanjikan. Wanita itu dibawanya berjalan-jalan., lalu memasuki Masjidil Haram dan menghampiri kaabah yang sunyi sepi ketika itu. Sampai di maqam Ibrahim, Tawus lalu berkata, " Nah, di sinilah kita lakukan, bersedialah. Aku akan sampaikan hajatmu sekarang."

Wanita itu terkejut, " MasyaAllah, kenapa di sini?" tanya wanita itu, " Nanti orang datang, kita dilihatnya.."

" Tetapi tidakkkah kita dilihat oleh Allah SWT, walau di mana-mana jua pun?" tanya Tawus Al Yamani.

" Tetapi akau hormati tempat ini, aku agungkannya, aku muliakannya, ujar wanita itu melahirkan bantahannya.

" Hai wanita, adakah tempat ini lebih hebat dari kehebatan Allah? Engkau agungkannya lebih daripada keAgungan Allah? Engkau muliaknanya lebih daripada kemuliaan Allah? Sesungguhnya Allah SWT jauh lebih hebat, lebih agung, lebih mulia. Takutlah engkau kepadaNya." ujar Tawus.

Serta-merta timbul keinsafan di hati wanita itu, segera dia bertaubat dan meninggalkan segala amalan jahatnya...

             Wallahu'alam.

4 comments:

  1. segala yg kita miliki adalah milik mutlak Allah ... hargailah pemberian Nya ke jalan yg DIA redhai .

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya benar, kita tidak memiliki apa-apa pun, semua yang ada hanya sekadar pinjamanNya yang wajib dimanfaatkan dijalanNya

      Delete
  2. Replies
    1. kagum kan...dengan kekuatan imannya dia mampu bertahan dari godaan nafsu dan syaitan.

      Delete

Asam Garam Kehidupan Copyright © 2016. Designed by MaiGraphicDesign