Dunia berdukacita dengan kematian beramai-ramai yang sering berlaku pada akhir-akhir ini. Peperangan di Syria, pergolakan di Mesir, terbaru kita berkabung dengan khabar duka MH370 yang disahkan terhempas di Lautan Hindi...dari Allah kita datang dan kepadaNya kita kembali.
Atas kejadian yang menyayat hati ini tentu tiada siapa yang mahu ianya terjadi. Tetapi mengapa Allah jadikan juga? Apa Allah tidak kasihan pada hamba-hambaNya hingga diarahkan laut untuk menelan mereka itu? Tidak bolehkah Allah memaafkan salah mereka atau pa maksud Allah sebenarnya dengan mentakdirka itu semua?
Maha Suci Allah dari bersifat tidak berbelas kasihan, tidak memaafkan dan suka menyeksa hambaNYa. Tidak! Allah Maha Penyayang, Maha memaafkan dan sangat lemah-lembut terhadap setiap hambaNya. Kejadian-kejadian dahhsyat itu adalah gambaran betapa baiknya Allah pada semua hambaNya. Kita hayati sabda Rasulullah ini:
" Tidak akan ditikam kaki anak Adam oleh satu duri kecil sekalipun, melainkan mempunyai salah satu dari dua maksud: iaitu pengampuana dosa, yang mana tidak akan terampun dosanya melainkan dengan cara demikian itu. Atau untuk mendidik dan mengangkat darjatnya di sisi Allah."
Manusia tidak terlepas dari melakukan dosa, samada dosa dengan Allah atau dosa sesama manusia. Dosa lahir atau dosa batin. Setiap dosa itu pula dicatit oleh malaikat. Ia akan disimpan untuk diadili di akhirat nanti. Dosa-dosa yang tidak diampunkan di dunia, pasti akan dihukum di akhirat nanti. Maka bagi seseorang yang memohon keampunan, bertaubat dari dosanya, atau seseorang yang Allah mahu membersihkan dosanya, maka hukuman dosa itu dilakukan di dunia ini lagi. Hukuman itu sepadan dengan dosa yang dibuat..
Bersambung....
Showing posts with label Doakan MH370. Show all posts
Showing posts with label Doakan MH370. Show all posts
25 Mar 2014
19 Mar 2014
Pasangan suami -isteri di Bogor tahu lokasi jatuhnya MH370-Yahoo News Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Sudah lebih dari seminggu sejak pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang kontak pada Sabtu (8/3/2014) lalu. Pencarian pun terus dilakukan, namun sampai dengan saat ini belum ada titik terang dimana keberadaan pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan awak pesawat itu.
Pasangan suami istri Fajar Sahri (58) dan Winarti (52) turut mengikuti perkembangan proses pencarian pesawat yang juga berpenumpang warga negara Indonesia tersebut. Keduanya, yang mengaku diberi anugerah mampu berkomunikasi dengan alam gaib, merasa prihatin dengan musibah tersebut dan bermaksud membantu dengan cara yang mereka bisa.
"Ya kita hanya memberikan informasi, sebagai sesama harus saling membantu. Kami tidak mengharapkan apa-apa," ujar Fajar saat ditemui Tribun di kediamannya di Jalan Batara Nomor 93, Kampung Parikolot, Ciluar, Bogor, Minggu (16/3/2014).
Menurut Fajar informasi yang mereka peroleh menyebutkan pesawat berada di titik berikut (LU 7 derajat 47'47.90" Bujur Timur 105 derajat 13'39.59" Elev -30m. Ketinggian mata 5 m. Atau berada di sekitar selatan ibukota Vietnam, Ho Chi Minh.
Keduanya kemudian menuturkan bagaimana proses mereka mendapatkan informasi terkait keberadaan pesawat sampai dengan titik koordinatnya. Menurut Fajar, sang istri mengetahui lokasi pesawat setelah melakukan komunikasi dengan awak pesawat naas tersebut.
Winarti ia sebut memang memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan hal-hal gaib dan sudah beberapa kali terjadi dan terbukti.
Fajar menuturkan, pada hari Kamis (13/3/2014) siang, usai melaksanakan salat Zuhur, Winarti memohon doa agar bisa diberi petunjuk mengenai keberadaan lokasi pesawat Malaysia Airlines MH370.
Tiba-tiba muncul sosok seorang pria dengan pakaian layaknya seorang kru pesawat datang dan berkomunikasi dengan Winarti.
"Mungkin copilot atau siapa, yang jelas pakai seragam," tuturnya.
Pria itu kemudian menuturkan kepada Winarti bagaimana pesawat tersebut tiba-tiba mati seluruh perangkatnya ketika melintas di Laut China Selatan, tepatnya sebelah selatan Vietnam.
Pesawat yang tiba-tiba kehilangan power secara total itu kemudian jatuh dan tenggelam ke dasar laut, lengkap dengan para penumpang dan awak kapal di dalamnya. Jeritan teriakan takbir pun terdengar saat pesawat mula jatuh ke laut.
"Pesawatnya utuh, enggak meledak, enggak ada serpihan apa-apa. Penumpang masih duduk di kursi masing-masing dengan sabuk pengaman terpasang," ujar Winarti yang mengaku sempat diberi penglihatan kondisi pesawat di dasar laut.
Winarti menuturkan semua penumpang sudah dalam keadaan meninggal dunia di kursi masing-masing, dengan sabuk pengaman masih terpasang. Ia mengaku saat diberi penglihatan itu tak sanggup menahan air matanya yang tumpah melihat pemandangan memilukan tersebut, apalagi Winarti sempat melihat dua orang anak kecil di antara penumpang yang tewas.
Terlebih si pria berpakaian awak kapal itu kemudian sempat menitipkan pesan kepadanya untuk disampaikan kepada anak perempuannya yang masih kecil.
"Dia bilang salam buat anakku sambil tersenyum. Anaknya itu rambutnya keriting-keriting, anak perempuan sekitar umur 7-9 tahun," imbuhnya.
Menurut Winarti, pada saat berkomunikasi yang pertama itu, ia tidak sempat mendapatkan lokasi jatuhnya pesawat. Titik koordinat lokasi baru ia dapatkan pada Jumat dinihari, ketika ia kembali melakukan komunikasi dengan awak kapal Malaysia Airlines itu setelah melakukan salat Tahajud.
Winarti menuturkan, komunikasi yang kedua ia lakukan bukan dengan orang yang sama saat melakukan komunikasi pertama. Pada saat komunikasi kedua itu, lelaki berbeda yang kemudian ia tahu adalah pilot pesawat Zahari Ahmad Shah.
Dari Zahari inilah kemudian Winarti dan Fajar memperoleh koordinat yang mereka duga adalah lokasi jatuhnya pesawat naas tersebut. Ia juga menuturkan bagaimana pesawat yang awalnya mengarah ke utara sempat berbelok ke arah barat sebelum kemudian berputar ke arah timur dan terjatuh.
"Makanya badan pesawat itu menghadap timur," ujar Fajar.
Arah pesawat yang goyang dan kemudian terjatuh, menurut Fajar kemungkinan diakibatkan arus magnet yang kuat di dasar laut di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Pesawat itu kemudian tiba-tiba mati total dan jatuh tenggelam ke dalam laut.
Zahari juga mengatakan kepada Winarti bahwa dunia itu penuh keajaiban, entah apa maksudya Winarti sendiri tidak tahu.
"Ya mungkin maksudnya, apa yang enggak mungkin jadi mungkin, yang penting cari dulu. Saya juga enggak tahu artinya," ujarnya
Sempat Melapor ke Danlanud
Fajar mengaku hanya berniat membantu proses pencarian pesawat yang telah memakan waktu lebih dari seminggu itu. Ia menyebut dirinya tidak memiliki maksud apa-apa, yang terpemnting baginya adalah pesawat bisa diketemukan dan keluarga korban bisa lebih lega dan ikhlas menerima kenyataan.
Untuk itu, Fajar menyebut dirinya sudah melaporkan informasi yang ia dapat itu ke beberapa pihak yang ia anggap memiliki akses untuk menggunakan info tersebut untuk menemukan pesawat tersebut.
"Saya sudah hubungi Komandan Lanud Soewondo Kolonel SM Handoko serta duta besar di Vietnam Bambang Tarsanto (Konjen di Ho Chi Minh City) via sms," tuturnya.
Selain itu ia juga sempat mendatangi sebuah stasiun televisi swasta (TvOne) dan diberitahu akan diberi kesempatan tampil live setelah menunggu persetujuan salah satu penanggung jawab program. Namun setelah menunggu lama, justru yang ditunggu itu pulang dan ia tidak diberi tahu apa-apa.
Fajar mengatakan dirinya sama sekali tidak mengharapkan apa-apa, yang terpenting baginya adalah pesawat dapat segera ditemukan.
Mengenai kemampuan berkomunikasi dengan hal-hal gaib, Fajar mengaku tidak menjalani ritual apapun, ia dan istrinya hanya diberi tanggung jawab oleh tuhan untuk membantu sesama.
"Saya pernah bantu teman cari anak perempuannya yang hilang, dan hasil informasi yang didapat itu benar. Saya dan istri juga pernah mendapat informasi soal keberadaan mata air di Banyuwangi, dan ternyata benar terbukti,"ujarnya.
13 Mar 2014
Malaysia Berdoa- Transformasi rohani yang sangat laju-cetusan positif daripada kehilangan MH370
Malaysia sedang melalui fasa baru dalam transformasi yang digerakkan oleh Perdana Menteri Dato' Seri Najib Tun Razak. Transformasi yang asalnya mungkin berbentuk lahiriah atau material, sekarang berubah kepada transformasi berbentuk rohani atau spritual.
Mungkin ianya terjadi secara tidak dirancang tetapi ternyata Tuhan menghendaki sebegini. Sekurang-kurangnya suasana "Malaysia Berdoa" ada di mana-mana dan ianya memang suatu yang serius. Suasana "Malaysia Berdoa" inilah yang dimaksudkan transformasi rohani yang sebenarnya lebih bermakna dan utama.
Disamping transformasi dalam bidang lain terus berjalan sesuai seperti dirancang, kelihatannya Tuhan mempunyai caraNya yang tersendiri menggerakkan satu transformasi rohani secara besar-besaran untuk rakyat, pemimpin dan negara Malaysia tercinta.
Kuasa Tuhan telah lakukan sesuatu kepada pesawat MH370 yang sehingga hari ke enam ini, kita belum tahu apa yang terjadi. Semua terdorong mendekatkan diri dengan Tuhan - untuk berdoa, merintih-harap padaNya. Hanya padaNya kita meminta, hanya padaNya kita memohon pertolongan.
Apa yang jelas, fenomena "Malaysia Berdoa" ada di mana-mana. Tentulah situasi sebegini mahu kita kekalkan walaupun akhirnya kita dizinkan Tuhan menemui semula MH370. Hendaknya, hubungan hati yang pasrah dengan Tuhan akan terus berjalan. Suasana ini sangat indah dan membahagiakan malah menguntungkan masyarakat.
Sekurang-kurangnya kerosakan sosial dapat dibendung. Jika momentum ini dapat dimanfaatkan, transformasi rohani secara menyeluruh dapat digerakkan dalam pelbagai sudut. Hasilnya akan memberi impak yang besar kepada transformasi lahir yang bersifat kebendaan.
Sesungguhnya apa jua pergerakan manusia yang lahir, terhasil daripada perubahan yang terjadi di dalam dirinya. Bukankah Tuhan menyebutnya di dalam Al-Quran: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu mengubah (terlebih dahulu) apa yang ada di dalam diri-diri mereka."
Semua pihak sedang 'diproses' sedikit demi sedikit untuk bersetuju dengan kenyataan bahawa kuasa Tuhan itulah yang mesti kita akui. Kita hanya makhluk ciptaanNya yang maha lemah. Tidak ada sekelumit pun kuasa dan upaya pada diri kita.
Walaupun ada di kalangan kita yang dizinkanNya berselimut dengan 'selimut kekuasaan', tetaplah yang maha kuasa adalah Dia. Jika kita diberi 'kuasa', ianya hanya pinjaman dan ujian. Hakikatnya kuasa bukan milik kita. Kita adalah hamba yang tidak pernah mungkin berupaya memiliki sesuatu apa pun.
Kejadian MH370 ini adalah 'proses Tuhan' untuk menyedarkan kita semua tentang apa yang ada pada diri kita dan apa pula yang tiada. Sebenarnya sebagai manusia, kita hanya memiliki kelemahan, kesilapan, kekurangan, kedhaifan dan pelbagai cacat cela. Yang tidak ada pada kita ialah kekuasaan, keupayaan, kekayaan, kegagahan serta pelbagai elemen serba mampu.
Jika kita tidak punya apa-apa sepatutnya kita tidak sombong dengan Tuhan. Kita sepatutnya faham dan mengaku betapa perlunya kita merujuk dengan Tuhan. Kita sepatutnya rasa malu dalam mengurus dan mentadbir masyarakat dan negara tanpa mahu serius dengan Tuhan. Dan jika kita masih belum mahu tunduk dengan kekuasaanNya, maka Tuhan ada cara 'memaksa' kita kembali padaNya.
Jika kita membaca dan memerhati apa yang dipaparkan media dalam 6 hari terakhir ini, kita akan dapat mengukur graf pengakuan semua pihak terhadap kuasa Tuhan, meningkat dari hari ke hari. Tentu ada di kalangan kita yang masih ingat, tajuk-tajuk akhbar serta paparan berita sejak hari pertama hingga ke hari keenam ini.
Pada hari-hari awal insiden hilangnya MH370, semua sibuk bercakap tentang pelbagai aspek teknikal. Bermacam teori dan analisa dihamburkan dalam menanggapi apa yang berlaku dari sudut logik - sekira-kira akal sihat manusia berupaya memahaminya. Maka setiap orang bercakap tentang begitu begini yang semuanya hanya mengagak. Walaupun setiap teori yang dihuraikan itu berdasarkan 'clue' atau pertunjuk yang mendorong itu semua, semuanya berkesudahan dengan hampa malah kecewa.
Keluarga mangsa yang terlibat menanggung penderitaan menunggu ini dengan perasaan yang lebih terbeban dan tertekan. Semua yang diusahakan seolah-olah kita tidak berbuat apa-apa kerana hasilnya tiada. Apa sahaja cerita atau khabar yang dikeluarkan dalam media, hanyalah penyedap mata dan telinga tetapi tetaplah sangat tidak memuaskan hati.
Kesudahannya, apa jua berita berbentuk sedemikian sudah tidak menarik minat lagi. Berita sebegini tertolak kerana ianya menjadikan hati rasa tidak puas. Ada kekosongan yang menghampakan. Manusia perlukan ulasan berita yang hati masing-masing dapat menerimanya. Rupa-rupanya apa yang hati mahu ialah kita menerima ini semua sebagai suatu yang datang dari Tuhan. Hati akan merasa puas mendengar kenyataan ini.
Walaupun sedih, manusia boleh menerima hakikat kuasa dan taqdir Tuhan. Maka itulah yang berlaku sehingga akhirnya hari demi hari, tajuk-tajuk berita di media berubah sedikit demi sedkit. Semua boleh menerima apabila dibawa kepada satu keyakinan bahawa inilah dia KUASA TUHAN!!
Apa yang menarik, proses untuk sampai ke tahap yang ada iaitu "Malaysia Berdoa" adalah satu transformasi rohani yang sangat laju. Hanya beberapa hari, rakyat Malaysia sudah pandai untuk bermunajat, merintih, berdoa dan mengadu kepada Tuhan. Tangisan dan air mata yang terurai keluar bukan lagi hanya di kalangan keluarga mangsa bahkan semua rakyat Malaysia sedang diresapi rasa bersama menanggung penderitaan ini.
Justeru ungkapan kata-kata memohon dan merayu kepada kuasa maha agung ini berlaku secara menyeluruh. Tentulah Tuhan maha mendengar dan maha mengetahui semuanya. Sampai bilakah Malaysia akan terus menangis dan menangis mengharapkan berlakunya keajaiban? Apakah syarat yang Tuhan minta kita tunaikan agar doa dan permintaan kita diterimaNya? (Ya Allah tunjukkan kepada kami apa yang perlu kami lakukan seterusnya....)
Tentulah kita semua sangat ingin mengetahui apa yang Tuhan mahukan dari kita ekoran taqdir yang dilakuNya ini..... Pak Lang tinggalkan paparan ini kali ini dengan pertanyaan di atas dengan harapan para pembaca sekelian sudi menitipkan komen masing-masing. (Sila nyatakan komen di ruangan yang disediakan di bahagian bawah paparan).
Nyatakan apa yang perlu kita lakukan agar doa dan munajat kita, diberi perhatian khas oleh Allah SWT. Tentunya ada beza dan kelainan pada doa yang dilafazkan kerana Tuhan meletakkan syarat-syarat tertentu agar doa kita diterimaNya. Untuk MH370 apakah yang perlu kita lakukan seterusnya dan seterusnya? Sampai bilakah kita begini? Sila komen....http://suaramuhajirin313.blogspot.com/2014/03/malaysia-berdoa-transformasi-rohani.html
